My Song

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Minggu, 11 Desember 2011

Penyebaran Islam Di Indonesia


A.  Sejarah Masuknya Islam di Nusantara
Perkembangan agama islam di Indonesia sangat cepat. Hal ini tidak terlepas dari peranan para saudagar muslim, ulama, dan mubalig. Dengan penuh semangat mereka menyebarkan nilai-nilai  islam kepada masyarakat setempat. Nilai- nilai ajaran islam tersebut disampaikan melalui perdangan, sosial, budaya dan pendidikan, dan kekuasaan politik.
1)     Peranan Saudagar Muslim Dalam Penyebaran Agama Islam
Sejarah mencatat bahwa kaum pedagang memegang peranan penting dalam persebaran agama dan kebudayaan Islam. Letak Indonesia yang strategis menyebabkan timbulnya Bandar-bandar perdagangan yang turut membantu mempercepat persebaran tersebut. Di samping itu, cara lain yang turut berperan ialah melalui dakwah yang dilakukan para mubaligh/ulama. Agama Islam masuk ke Indonesia dimulai dari daerah pesisir pantai, dibawa dan dikembangkan oleh para saudagar muslim dari Gujarat, Arab, China dan Persia, hingga ke daerah pedalaman. Kesabaran dan kebijaksanaan mereka mampu menarik masyarakat pedalaman yang masih teguh dengan tradisi nenek moyangnya, untuk memeluk agama islam.
Letak Indonesia yang strategis menyebabkan timbulnya Bandar-bandar perdagangan yang turut membantu mempercepat persebaran tersebut. Di samping itu, cara lain yang turut berperan ialah melalui dakwah yang dilakukan para mubaligh.
a.       Peranan Kaum Pedagang
Para pedagang itu datang dan berdagang di pusat-pusat perdagangan di daerah pesisir. Para pedagang tersebut, diantaranya adalah pedagang Arab, Persia, dan Gujarat yang umumnya beragama Islam. Mereka mengenalkan agama dan budaya Islam kepada para pedagang lain maupun kepada penduduk setempat. Maka, mulailah ada penduduk Indonesia yang memeluk agama Islam.
b.      Peranan Bandar-Bandar di Indonesia
Di bandar-bandar inilah para pedagang beragama Islam memperkenalkan Islam kepada para pedagang lain ataupun kepada penduduk setempat. Dengan demikian, bandar menjadi pintu masuk dan pusat penyebaran agama Islam ke Indonesia.
c.       Peranan Para Wali dan Ulama
Salah satu cara penyebaran agama Islam ialah dengan cara mendakwah. Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara para ulama mendatangi masyarakat objek dakwah, dengan menggunakan pendekatan sosial budaya. Di Pulau Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan oleh Walisongo (9 wali)



2)   Proses masuk agama Islam di Indonesia
Menurut para ahli memiliki 3 teori yaitu teori Gujarat, teori Arab, teori Persia, dan teori China.
1)      Teori Gujarat/India
a.    Menyatakan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad 13 dan pembawanya berasal dari Gujarat (Cambay), India. Dasar dari teori ini adalah:
b.    Hubungan dagang Indonesia dengan India telah lama terjalin melalui jalur Indonesia
c.      Adanya batu nisan Sultan Samudra Pasai yaitu Malik Al Saleh yang bercorak khas Gujarat.
d.    Bersumber dari keterangan Marcopolo dari (Italia) yang pernah singgah di Perlak
(Perureula) menceritakan bahwa di Perlak sudah banyak penduduk yang memeluk Islam dan banyak pedagang Islam dari India yang menyebarkan ajaran Islam.

2)    Teori Arab
a.    Teori Arab berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir).Dasar teori ini adalah:
b.    Pada abad ke 7 yaitu di pantai barat Sumatera    sudah terdapat perkampungan Islam (Arab)
c.      Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi’I yang berasal dari Arab
d.    Raja-raja Samudra Pasai menggunakan gelar Al malik, yaitu gelar tersebut berasal dari Mesir.

3)     Teori Persia
a.    Teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad 13 dan pembawanya berasal dari Persia (Iran).
b.    Dasar teori ini adalah kesamaan budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia seperti:
*      Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas meninggalnya Hasan dan Husein cucu Nabi Muhammad, yang sangat di junjung oleh orang Syiah/Islam Iran.
*      Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh Siti Jennar dengan sufi dari Iran yaitu Al – Hallaj.
*      Penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda-tanda bunyi Harakat.
c.      Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 di Gresik.
d.    Adanya perkampungan Leran di Giri daerah Gresik.


4)    Teori China
a.    Para pedagang dan angkatan laut China (Ma Huan, Laksamana Cheng Ho/Dampo awan), mengenalkan islam di pantai dan pedalaman Jawa dan sumatera, dengan bukti antara lain :
b.    Gedung Batu di semarang (masjid gaya China).
c.      Beberapa makam China muslim.
d.    Beberapa wali yang dimungkinkan keturunan China.

Dari beberapa bangsa yang membawa Islam ke Indonesia pada umumnya menggunakan
pendekatan cultural, sehingga terjadi dialog budaya dan pergaulan social yang penuh
toleransi (Umar kayam:1989)

Keempat teori tersebut, memiliki kebenaran dan kelemahannya. Maka itu berdasarkan teori tersebut dapatlah disimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai pada abad ke – 7 dan mengalami perkembangannya pada abad 13. Sebagai pemegang peranan dalam penyebaran Islam adalah bangsa Arab, bangsa Persia, Gujarat (India), dan China.









3) Penyebaran Islam Di Indonesia :
1)       Melalui Perdagangan
Islam masuk ke Imdonesia melalui perdagangan  yang dibawa oleh pedagang muslim yang telah lama melewati jalur pelayaran Indonesia. Jalan untuk menyebarkan agama islam semakin mudah dan luas karena para pedagang Arab bisa mendatangkan para  ulamanya untuk berdakwah di negeri ini dan kesuksesan mereka dalam menyiarkan dan mengembangkan agam islam terlihat pula dengan munculnya Bandar-bandar perdagangan yang besar dan sangat ramai dikunjungi oleh para pedagang dari dalam dan luar negeri
2)     Melalui Perkawinan
Dengan menunggu angina muson (6 bulan), pedagang mengadakan perkawinan dengan penduduk asli. Dari perkawinan itulah terjadi interaksi social yang menghantarkan Islam berkembang (masyarakat Islam).

3)     Melalui Budaya
Pada zaman dahulu banyak warga yang menggunakan sarana-sarana  kebudayaan yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan syariat islam. Atas dasar inisiatif dari para wali songo media-media seperti pertunjukan wayang  kulit dan kesenian tradisional  dijadikan sebagai alat penyebaran agama islam
4)     Melalaui Pendidikan
Diawali dengan membangun pesantren. Cara ini dianggap cukup efektif dalam menyebarkan agama  islam
5)     Melalui Kekuasaan Politik
Banyaknya kerajaan islam di Indonesia membuat penyebaran islam mendapatkan dukungan dan perlindungan dari para sultan raja-raja diseluruh nusantara, sehingga terbukti kehadiran islam di Nusantara bukan hanya berkenan di kalangan masyarakat bawah, melainkan juga telah menyentuh masyarakat kelas atas, seperti kaum bangsawan, tokoh masyarakat, kepala suku, dan para uleebalang (ketua adat)
Dari kelima model perkembangan Islam itu, secara relitas Islam sangat diminati dan cepat berkembang diIndonesia. Meskipun demikian, intensitas pemahaman dan aktualisasi keberagaman islam bervariasi menurut kemampuan masyarakat dalam mencernanya.
Ditemukan dalam sejarah, bahwa komunitas pesantrean lebih intens keberagamannya, dan memiliki hubungan komunikasi “ukhuwah” (persaudaraan/ikatan darah dan agama) yang kuat. Proses terjadinya hubungan “ukhuwah” itu menunjukkan bahwa dunia pesantren memiliki komunikasi dan kemudian menjadi tulang punggung dalam melawan colonial.

4) Faktor-faktor penyebab Agama Islam dapat cepat berkembang di Nusantara antara lain :
§  Syarat masuk agama Islam tidak berat, yaitu dengan mengucapkan kalimat syahadat.
§  Upacara-upacara dalam Islam sangat sederhana.
§  Islam tidak mengenal sistem kasta.
§  Islam tidak menentang adat dan tradisi setempat.
§  Dalam penyebarannya dilakukan dengan jalan damai.
§  Runtuhnya kerajaan Majapahit memperlancar penyebaran agama Islam.

Kesimpulan :
Proses penyebaran Islam di Indonesia atau proses Islamisasi tidak terlepas dari peranan para pedagang, mubaliqh/ulama, raja, bangsawan atau para adipati. Nilai- nilai ajaran islam tersebut disampaikan melalui perdangan, sosial, budaya dan pendidikan, dan kekuasaan politik. Di pulau Jawa, peranan mubaliqh dan ulama tergabung dalam kelompok para wali yang dikenal dengan sebutan Walisongo atau wali Sembilan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar